Tanda Bahaya Kehamilan Muda

Jika wanita telah melewati masa konsepsi maka itu wanita tersebut telah melewati masa pembuahan. Jika pembuahan tersebut terjadi maka wanita tersebut pasti akan hamil. Kehamilan muda pada wanita ini akan ditandai dengan berbagai kondisi atau perubahan di dalam tubuh wanita tersebut.

Tanda-tanda tersebut bisa Anda perhatikan apakah merupakan tanda kehamilan normal atau bahkan termasuk tidak normal yang menjadi tanda bahaya untuk kehamilan muda Anda. Tanda bahaya pada kehamilan ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani segera dengan serius. Akibatnya bisa saja membahayakan kesehatan Anda dan juga janin Anda sendiri.

Tapi, bagaimana mengetahui tanda kehamilan yang normal atau kehamilan yang bahaya?

Nah, tanda-tanda wanita yang hamil muda dengan kehamilan berbahaya tersebut akan Saya jelas satu persatu pada artikel kali ini. Tanda bahaya kehamilan muda ini bisa Anda lihat dan perhatikan dengan teliti saat usia kehamilan masih berada pada trimester pertama.

1. Ibu hamil muda akan mengalami morning sickness yang berlebihan

Ibu hamil memang terkadang mengalami yang namanya mual dan muntah atau lebih dikenal dengan istilah morning sickness. Ini adalah hal wajar yang terjadi pada ibu hamil muda atau baru memasuki trimester pertama kehamilannya.

Kondisi mual dan juga biasa diiringi dengan muntah ini akan terjadi pada dua waktu yaitu pada pagi hari atau bisa juga pada malam hari. Tapi, karena ini adalah hal yang wajar di awal kehamilan atau hamil muda, maka Anda tidak perlu khawatir karena akan hilang dalam waktu kurang dari 10 minggu usia kehamilan Anda.

Namun, jika hal tersebut berlanjut lebih lama itu berarti kadar hormon estrogen dan juga HCG dalam tubuh ibu hamil berarti meningkat dengan drastis. Meningkatnya kadar dari kedua hormon tersebut akan berakibat fatal sehingga membahayakan kesehatan dari ibu hamil.

Kegiatan atau aktivitas sehari-hari dari ibu hamil pasti akan terganggu. Kondisi seperti ini juga sangat dikhawatirkan pada ibu hamil akan mengalami hiperemisis gravidarium. Jika hal ini berlanjut maka Anda perlu lakukan penanganan serius dengan pemeriksaan pada dokter.

2. Pendarahan di usia hamil muda

Pendarahan saat di awal memang sangatlah umum terjadi, tapi ini hanya sekedar flek darah saja yang menandkan adanya tanda kehamilan, disebabkan proses perubahan dalam rahim wanita.

Namun, yang perlu dikhawatirkan adalah jika pendarahan tersebut dalam jumlah yang sangat banyak dan berlangsung lama, tentu ini sangatlah mengkhawatirkan mengingat kondisi tersebut bisa memicu yang namanya kondisi pendarahan pervaginam. Proses atau kondisi seperti ini bisa membuat para rahim mengalami abortus, kehamilan mola dan juga kehamilan ektopik atau dalam bahasa Indonesia yang normal keguguran.

Jika, Anda para wanita atau ibu hamil yang menemukan flek darah dalam waktu lama misalnya lebih dari dua hari kemudian dengan jumlah yang sangat banyak. Langkah yang harus Anda lakukan adalah dengan berkonsultasi langsung dengan dokter yang menangani kandungan Anda atau dokter yang lebih ahli dalam hal tersebut. Karena hal tersebut perlu penanganan serius, jika Anda biarkan begitu saja mengakibatkan hal fatal untuk tubuh Anda.

3. Pembengkakan pada area kaki, wajah, dan juga tangan ibu hamil

Pembengkakan yang terjadi pada bagian kaki adalah hal wajar yang dialami oleh para ibu hamil mudah. Pembengkakan tersebut akan berlangsung dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan, bisa saja dalam waktu lama hingga setelah melalui proses persalinan. Hal ini diakibatkan karena ibu hamil biasanya kurang bergerak atau minimal berjalan.

Namun, hal ini tidak dikatakan wajar dan berbahaya bagi ibu hamil muda jika bengkak yang terjadi pada kaki, kemudian ke wajah, dan juga ke tangan hingga bahkan kejang-kejang. Jika Anda telah mengalami kondisi seperti ini maka sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter kandungan Anda, atau yang lebih ahli.

Bengkak yang normal ini bahkan tidak dialami oleh para ibu hamil. Pembengkakan tersebut hanya terjadi jika ibu hamil mengalami gangguan aktivitas yang menyebabkan cairan yang tidak lancar. Bengkak normal pada kaki ini biasanya akan berhenti jika kondisi normal pada trimester kedua kehamilan ibu hamil.

Bengkak yang normal terjadi pada ibu hamil adalah bengkak pada kaki, karena cairan yang tidak lancar meskipun demikian tidak akan mengganggu aktivitas. Bahkan hanya dialami oleh beberapa wanita hamil dan dapat sembuh dengan sendirinya ketika memasuki usia kehamilan trimester kedua.

4. Mengalami demam atau panas yang sangat tinggi

Pada masa konsepsi (Pembuahan) suhu tubuh pada ibu hamil tentunya akan meningkat. Namun peningkatan suhu tersebut tidak akan lama dan peningkatannya pun tidak terlalu signifikan atau terlalu tinggi, sehingga jika diperiksakan masih dalam keadaan normal saja.

Namun, demam atau panas tinggi pada ibu hamil muda ini bisa dikatakan berbahaya jika demam tersebut sudah berlangsung lama selama beberapa hari dengan peningkatan signifikan dan tinggi. Jika Anda mengalami kondisi seperti ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada dokter Anda lebih lanjut.

Karena, jika Anda membiarkan hal tersebut maka ini bisa membuat kondisi Anda semakin parah dan berbahaya bagi kesehatan Anda tentunya.

5. Keputihan yang berbau tidak sedap dan menyebabkan gatal

Ibu hamil yang muda memang akan mengalami keputihan di awal. Cairan keputihan tersebut dikatakan normal jika tidak berwarna atau bening, tidak ada bau sama sekali, dan juga tidak membuat gatal-gatal.

Namun jika cairan keputihan yang keluar pada ibu hamil tersebut berbau tidak sedap dan juga menyebabkan gatal ini bisa dikatakan berbahaya. Hal ini akan membuat gangguan kesehatan yang cukup berbahaya pada ibu hamil dan juga kesehatan janinnya. Bahkan keputihan seperti ini bisa mengakibatkan rasa panas dan terbakar di area intim kemaluan wanita tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *