4 Contoh Keindahan Tarian Adat Kalimantan Timur (Harus Anda Simak)

Anda pasti sudah tidak asing dengan suku Dayak. Ya, suku ini adalah salah satu suku yang mendiami wilayah Kalimantan Timur. Selain suku Dayak, Kalimantan Timur juga memiliki warisan budaya lain seperti tarian. Tarian adat Kalimantan Timur beberapa diantaranya juga berasal dari Suku Dayak.

Namun jangan salah, tidak hanya suku Dayak saja, ada juga beberapa jenis tarian lain yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur ini. Apa sajakah tarian itu? Berikut penjelasannya.

Tari Burung Enggang

Tari Burung Enggang

Tari ini diadopsi dari kepercayaan nenek moyang suku Dayak Kenyah yang mempercayai jika nenek moyangnya berasal dari langit menyerupai burung enggang dan turun ke bumi. Karena itulah dalam budaya Dayak, burung enggang begitu dimuliakan.

Tari Burung enggang ini pada dasarnya adalah bentuk penggambaran kehidupan burung enggang. Tarian yang ditampilkan oleh perempuan suku Dayak ini dimaksudkan untuk menghormati leluhur mereka.

Gerakan tariannya menggambarkan ketika burung terbang hingga bertengger di dahan pohon. Dibalik gerakan tarian yang ditampilkan melambangkan keagungan dan kepahlawanan, makna burung enggang bagi masyarakat Dayak.

Tari Gantar

Tari ini adalah tari pergaulan muda mudi suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung. Tari Gantar ini biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu karena tari Gantar menggambarkan keramahan dan kegembiraan. Berdasarkan gerakannya, tari Gantar dibedakan menjadi 3, yaitu:

  • Gantar Rayatn

Tari ini hanya menggunakan satu Kayu panjang (gantar) dengan tengkorak yang dibungkus dengan kain merah dan digantung di ujungnya. Para penari menari berkeliling dan menyanyi.

  • Gantar Busai

Pada tari ini penari menari membawa bambu yang diisi biji-bijian dan dipegang dengan tangan kanan. Gerakan menarinya adalah malambai-lambaikan bambu sesuai irama musiknya.

  • Gantar Senak dan Kusak

Pada jenis tarian ini menggunakan tongkat (senak) dan Kusak (bambu) pada masing-masing tangan.

Tari Papatai

Tari yang disebut sebagai Kencet Papatai ini merupakan tarian adat Kalimantan Timur perpaduan antara seni tari dan teatrikal. Di dalamnya menggambarkan keberanian masyarakat Dayak saat berperang. Tari ini memiliki kesamaan dengan tari perang lainnya, namun ada sedikit hal yang membedakannya.

Gerakan tari Papatai membutuhkan gerak yang lincah, gesit dan akrobatik. Keindahan tercipta justru dari kegesitan saat saling serang dengan seni tarinya yang indah. Inilah yang membedakan tari ini dengan jenis tari seni perang lainnya.

Tari Persembahan Kutai

Tari Persembahan Kutai

Tari ini pada jaman dahulu hanya boleh ditampilkan di dalam lingkungan keraton Kesultanan Kutai Kartanegara. Pada jaman itu, tari ini digunakan sebagai tari penyambutan dan hanya ditampilkan oleh puteri-puteri keraton.

Dengan iringan musik gamelan, tari ini ditarikan untuk menyambut tamu agung yang datang ke istana. Tidak ada batas dalam jumlah penarinya. Namun menurut kepercayaan, semakin banyak penari akan semakin baik.

Semakin berkembangnya jaman dan untuk melestarikannya, tarian ini pun bisa ditampilkan kapan saja dan dimana saja. Hal ini merupakan bagian untuk melestarikannya.

Mengenal segala bentuk warisan budaya daerah akan semakin menambah wawasan kita tentang Indonesia. Tarian-tarian dari Kalimantan Timur yang sudah disebutkan di atas juga termasuk dalam kekayaan warisan budaya tersebut.

Seperti halnya warisan budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang dari suku-suku atau daerah lain di Indonesia, tari-tari dari Kalimantan Timur di atas juga memiliki cerita atau legenda terbentuknya tari tersebut.

Demikian tadi adalah beberapa tarian adat Kalimantan Timur beserta asal usul atau cerita dari tari tersebut. Selain memiliki asal usul, tarian tersebut juga memiliki makna atau pesan yang disampaikan di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *